twitter


العطاء من الخلق جرمان والمنع من الله إحسان 
Hikmah: pemberian dari makhluk sejatinya adalah pengalang sedangkan penahanan (penolakan) dari Allah itu sejatinya adalah merupakan kebaikan dari Allah. 
اللهم أنت مقصودي ورضاك مطلوبي اعطني محبتك ومعرفتك 
Ya Allah Engkaulah Yang aku tuju dan ridhoMu yang aku cari, berikan kepada kami mencintaiMu dan ma’rifat kepadaMu. (ini adalah doa semua ahli thoriqoh) 
Al ‘Atho’ (pemberian) dari makhluk, pada umumnya menyebabkan ia akan terhijab dari Allah, sehingga tidak ingat pada Allah, dan merasa berhutang budi kepada sesama manusia, dan inilah letak kerugian moril. Sebaliknya penahanan atau penolakan yang, menyebabkan ingat kepada Allah itu berarti suatu karunia nikmat yang besar dari Allah. 
Pemberian dari makhluk merupakan penghalang karena tiga alasan: pertama, dalam pemberian itu ada nafsu, pencapaian syahwat dan hasrat, serta menyebabkan hati mati dan mengeras. Kedua, dalam pemberian makhluk terdapat pengurangan derajat dan penutupan kesempurnaan tingkat dan maqam. Ketiga, dalam pemberian dari makhluk ada kecenderungan hati untuk mencintai mereka. 
Sayyidina Ali ibnu Abi Tholib k.w. berwasiat: Janganlah engkau jadikan di antara dirimu dan Allah seorang mun’im (pemberi nikmat). Karena bila engkau merasa adanya yang memberi nikmat kepadamu selain Allah. Maka itu sebagai kerugian bagimu. 
Syaikh Abdussalam ibn al Masyisy r.a berkata kepada Abu al Hasan r.a: wahai Abu al Hasan, larilah dari kebaikan manusia lebih banyak keimbang dari kejahatan mereka. Karena kebaikan mereka akan menjadi bencana di hatimu, sedangkan kejahatan mereka akan menjadi bencana pada badanmu. Celakanya badan jauh lebih baik daripada celaka hati. Musuh yang bisa menyampaikanmu pada Tuhan jauh lebih baik daripada kekasih yang memutuskanmu dari Tuhan. 
Al Man’u (penahanan) dari Allah disebut kebaikan karena dua alasan: pertama, telah dijelaskan bahwa Allah tidah menahan anugrahNya kepadamu karena kikir dan lemah, tetapi penahanan itu merupakan pendangan baiknya untukmu, karena boleh jadi apa yang kau minta tidak layak untuk keadaanmu waktu itu sehingga Allah SWT menangguhkan untuk waktu yang lebih utama dan lebih baik, atau Dia menyimpannya untuk hari kefakiranmu (akhirat). Kedua, penahan itu membuatmu tetap diam di pintuNya dan perlindunganNya, dan dalam penahanan itu terdapat puncak kemuliaanmu serta peningkatan kapasitasmu. Dalam sebuah hadits diriwayatkan:
إذا دعا العبد الصالح يقول الله تعالى للملائكة : أخروا حاجته فإني احب أن أسمع صوته, وإذا دعا الفا جر قال الله تعالى للملائكة : اقضوا حاجته فإني أكره صوته 
“Ketika seorang hamba yang sholih berdoa, Allah berfirman kepada malaikat: tangguhkan pengabulannya, karena Aku suka mendengarkan suaranya, jika seorang jahat berdoa, maka Dia berfirman kepada Malaikat: beri dia kebutuhannya karena Aku tidak senang mendengar suaranya. 
Wallahu A’lam – Semoga bermanfa’at 
Ponpes Al Amanah/Panti Asuhan al Fattah Tambakberas, 25 Desember 2011 M – 29 Muharram 1433 H

pEnGen tW sElEnGkApnyA......

ya Allah,,,,
betapa besar ni'mat yang telah kau berikan padaku,,,
namun, apa yang dapat akku lakukan guna mensyukuri semua ini,,,
cukupkah hanya dengan akku sholat???? dengan berpuasa??? atau dengan mengucap Alhamdulillah????
ya Allah,,,,
hamba hanyalah insan yang hina,,,
namun hamba tak ingin dihina,,,,
hamba tak pantas masuk surga...
namun hamba tak ingin masuk neraka,,,
pantaskah hamba disebut sebagai umat nabiMU????
ya Allah,,,
terangilah hati ini dengan sinar kasih sayangMU,,,,,'
dengan HudaMU,,,,
betapa smua yang ada pada diri hamba sangatlah patut untuk disyukuri,,,,
namun, hambaMu ini sering sombong Allah,,,,
masihkah Engkau mencintaiQ Allah,,,,,
bahkan kesehatan pun terkadang blom cukup bagiQ untuk belajar & belajar tuk mensyukuri segala nikmatMU,,,,,

pEnGen tW sElEnGkApnyA......

sukses itu gag hanya punya einstein yang cerrdass...
tapi juga punya ibnu hajar yang sabar...
so, kalo kita gag bisa sukses dengan cara einstein, kita masih bisa sukses dengan cara ibnu hajar,,,
SEMANGAT TERBARUKAN
GANBATTE!!!!!!!

pEnGen tW sElEnGkApnyA......

sahabatku………
seberat apapun masalahmu
sekelam apapun beban hidupmu
jangan pernah berlari darinya
ataupun bersembunyi
agar kau tak akan bertemu dengannya
atau agar kau bisa menghindar darinya
karena sahabat…..
seberapa jauhpun kau berlari
dan sedalam apapun kau bersembunyi
dia pasti akan menemuimu
dalam sebuah episode kehidupanmu
sahabatku……
alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang
persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati
dan mengkilapnya lantai nuranimu
hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi
ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
ditambah sedikit penganan keteguhan
sahabat…….
dengan begitu
sepulangnya ia dari rumahmu
akan kau dapati
dirimu menjadi sosok yang tegar
dalam semua keadaan
dan kau pun akan mampu dan lebih berani
untuk melewati lagi deraan kehidupan
dan yakinlah sahabat……..
kaupun akan semakin bisa bertahan
kala badai cobaan itu menghantam

sumber : anonim

pEnGen tW sElEnGkApnyA......

Ati Q ngenes,,,
Kenapa semua ini harus kulalui???
Apakah ini merupakan salah satu ujian bagi santri kelas akhir sepertiQ???

Ya Allah,,
Jika itu benar maka berikanlah hamba Mu ini kekuatan,,,
Ketabahan,,
Dan keikhlasan hati..

Ya Allah,,
Buatlah cobaan ini menjasdi suatu pelajaran yang sangat berharga bagiku,,
Dan akan membawa berkah pada akhirnya,,

Ya Allah,,
Jauhkanlah hambaMu ini dari penyakit-penyakit hati,,,
Dan buatlah hambaMu ini semakin dekat denganMu,,,

pEnGen tW sElEnGkApnyA......

hidup terasa sepi,,
ketika kulalui hari2 dengan banyak kesedihan,,,

adakah sesuatu yang bisa menyembuhkan kesedihan ini,,,
ya Allah,,,
Aq yakin,,,
semua ini pasti cepat berlalu,,, amin,,

pEnGen tW sElEnGkApnyA......

Kendala dan masalah dalam uan:
1. ketakutan akan ketidak lulusan dalam UAN.
2. , males bljar...
3. Kurangnya persiapan menjelang UAN


4. , kdang terlalu cpek dgn kgiatan yg ada.
5. , terlalu banyak materi yg blm di paham ketika klas sebelumnya.
6. gga konsen. kebanyakan mikir yang enggak2.
7. sedikit gu2p
8. PAPER
mungkin kbnyakan maksiat juga ya mab.

pEnGen tW sElEnGkApnyA......


pEnGen tW sElEnGkApnyA......

PEMANFAATAN TANAMAN HIAS SEBAGAI ALTERNATIF TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA)

PAPER

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan
Mengikuti Ujian Nasional (UAN)
Tahun Pelajaran 2010/2011



OLEH

SRISASI YUNI NURHAYATI
NIS: 20152

PEMBIMBING
SYAFI’UDDIN, S.Pd
NIP: 197707052007101006


JURUSAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)

DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN)
TAMBAKBERAS JOMBANG
2010
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
MADRASAH ALIYAH NEGERI ( MAN )
TAMBAK BERAS – JOMBANG – JATIM
JL.KH.Abdul Wahab Chasbullah Telp. (0321) 862352 – 866740 Kode Pos 1451

Jombang, 25 Agustus 2010
Hal : Laporan Hasil Penelitian

Yth.
Bapak Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN)
Tambakberas Jombang
Di-
Tempat

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Syafi’uddin, S.Pd
NIP : 197707052007101006
Jabatan : Guru MAN Tambakberas Jombang
Bertugas : Pembimbing Peper

Setelah kami mengadakan pemeriksaan, pembimbing dan perubahan-perubahan seperlunya terhadap paper saudara:
Nama : Srisasi Yuni Nurhayati
No. Induk : 20152
Kelas : XII IPA 3 / Tahun Pelajaran 2010/2011
Judul :Pemanfaatan Tanaman Hias sebagai Alternatif Tanaman Obat Keluarga (TOGA)

Maka dengan ini kami ajukan paper tersebut, dapatlah kiranya disahkan sebagai persyaratan mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN) tahun Pelajaran 2010/2011 dan sebagai perlengkapan untuk memperoleh Ijazah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tambakberas Jombang.

Demikian harap menjadi maklum

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Pembimbing



Syafi’uddin, S.Pd
NIP:197707052007101006

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
MADRASAH ALIYAH NEGERI ( MAN )
TAMBAK BERAS – JOMBANG – JATIM
JL.KH.Abdul Wahab Chasbullah Telp. (0321) 862352 – 866740 Kode Pos 1451

SURAT PENGESAHAN
Nomor :


Berdasarkan Nota Dinas dari pembimbing paper yang berjudul:

“Pemanfaatan Tanaman Hias sebagai Alternatif
Tanaman Obat Keluarga (TOGA)”



Atas nama:
Nama : Srisasi Yuni Nurhayati
No. Induk : 20152
Kelas : XII IPA 3
Program Pilihan : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)


MENGESAHKAN

Paper yang berjudul sebagaimana tersebut di atas, dapat digunakan sebagai persyaratan untuk mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN) Jombang Tahun Pelajaran 2010/2011.


Jombang, 2010

Kepala Madrasah




Drs. H. AH. SUTARI, M.Pd
NIP: 131 415 738







MOTTO

 BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANGTUA
 BERDOA TANPA BERUSAHA ITU BOHONG DAN BERUSAHA TANPA BERDOA ITU SOMBONG
 EXPERIENCE IS THE BEST TEACHER
 LIHATLAH APA YANG DIKATAKAN, JANGAN LIHAT SIAPA YANG MENGATAKAN
 DI ATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT




























HALAMAN PERSEMBAHAN

Karya tulis ilmiah yang berupa paper ini saya persembahkan untuk:
 Kedua orangtuaku yang senantiasa selalu mendoakan, mendukung dan memberikan yang terbaik untukku.
 Seluruh kelurga yang selalu mendoakan dan mandukung langkahku.
 Adik-adikku yang yang selalu memberikan semangat untukku.
 Drs. Ah. Sutari, M.Pd selaku Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tambakberas Jombang.
 Ibu Dra. Elik Zuniaroh selaku Wali Kelas XII IPA 3.
 Bapak Syafi’uddin, S.Pd selaku pembimbing paper ini.
 Ibunda Nyai Hj. Zubaidah Nashrullah AR yang selalu memberiku banyak tausiyah dan ilmu agama.
 Sahabat penghuni Ya Lam-Lam 1 (Laila, Ayik, Fina, Muth, Liha, Oliph, Aurum, Linda, Novi, Vadha, Halifa dan Dyah) yang selalu membantu dan manyemangatiku.
 Segenap teman-teman seperjuangan XII IPA 3.




















KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohim
Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Ilahirobbi yang telah memberikan rahmat, taufiq serta hidayahnya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan paper ini dengan baik dan lancer. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada revolusioner akbar kita Nabi Muhammad SAW yang telah menuntun umat manusia dari zaman jahiliyyah menuju zaman yang terang benderang yakni Addinul Islam.
Sebelum dan sesudahnya kami sangat berterimakasih kepada:
1. Drs. H. Ah. Sutari, M.Pd selaku kepala Madrasah Aliyah Negeri Tambakberas Jombang
2. Bapak Syafi’uddin, S.Pd selaku pembimbing yang telah membantu menyelesaikan paper ini.
Selanjutnya mungkin dalam paper ini terdapat banyak kekurangan, penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan semoga paper ini dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi penyusun khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Akhirnya kami hanya bisa mengucapkan “Jazakumullah Ahsanaljaza” semoga amal perbuatan kita diterima di sisi Allah SWT.


Jombang, 25 Agustus 2010



Srisasi Yuni Nurhayati








DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL…………………………………………………………..
HALAMAN PEMBIMING……………………………………………………
HALAMAN PENGESAHAN…………………………………………………
HALAMAN MOTTO…………………………………………………………..
HALAMAN PERSEMBAHAN……………………………………………….
KATA PENGANTAR…………………………………………………………
DAFTAR ISI…………………………………………………………………..

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang………………………………………………………..
B. Rumuasan Masalah……………………………………………………
C. Tujuan Penelitian……………………………………………………...
D. Manfaat Penulisan……………………………………………………..
E. Metode Penelitian………………………………………………………

BAB II PEMBAHASAN
A. Bugenville ……………………….…………………………………….
B. Bunga Matahari………………………………………………………..
C. Bunga Mawar………………………………………………………….
D. Bunga Melati…………………………………………………………...
E. Bunga Sepatu…………………………………………………………..

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan…………………………………………………………….
B. Saran-saran…………………………………………………………….

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………
LAMPIRAN……………………………………………………………………

pEnGen tW sElEnGkApnyA......

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Seiring dengan perkembangan dan kemajuan dunia kesehatan di Indonesia, dewasa ini telah beredar ratusan jenis obat-obatan. Tetapi adakalanya obat-obatan tersebut tidak terjangkau oleh rakyat kecil, karena harganya cukup mahal.
Mengingat tujuan umum pembangunan di bidang kesehatan mencakup antara lain untuk meningkatkan dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada rakyat, terutama kepada golongan masyarakat ekonomi lemah, baik dari desa ataupun kota. Khususnya mengenai obat-obatan diusahakan agar menyebar merata dengan harga yang terjangkau. Di samping itu perlu diupayakan adanya suatu pengobatan alternatif dengan memanfaatkan tumbuh-tumbuhan di lingkungan sekitar kita.

Namun, masih belum banyak masyarakat yang mengetahui dan menyadari bahwa tumbuh-tumbuhan di sekitar kita seperti tanaman hias dapat dimanfaatkan sebagai alternatif tanaman obat keluarga atau yang biasa kita sebut dengan TOGA. Karena dasar ilmiah inilah penulis ingin memaparkan lewat laporan yang berjudul “ Pemanfaatan Tamanan Hias Sebagai Alternatif Tanaman Obat Keluarga (TOGA)” yang insya Allah akan diterima sebagai suatu catatan ataupun agenda yang bermanfaat bagi kita semua.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Apakah tanaman hias dapat dimanfaatkan sebagai alternatif tanaman obat keluarga (TOGA)?
2. Bagaimana cara mengelola tanaman hias menjadi alternatif tanaman obat keluarga(TOGA)?



C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulis dalam menyusun paper ini adalah:
1. Untuk mengetahui apakah tanaman hias dapat dimanfaatkan sebagai alternatif tanaman obat keluarga (TOGA).
2. Untuk mengetahui cara mengelola tanaman hias menjadi alternatif tanaman obat keluarga(TOGA).

D. Manfaat penulisan
Selain tujuan penulisan di atas, adapun manfaat penulisan paper ini adalah:
1. Bagi penulis, paper ini dapat digunakan sebagai penambah ilmu pengetahuan dan wawasan.
2. Bagi pihak lain, paper ini dapat digunakan sebagai sebagai bahan pertimbangan dan acuan dalam menyayangi dan melindungi keluarga dari gangguan penyakit.

E. Metode Penelitian
Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode:
1. Study pustaka, yaitu metode pengumpulan data dengan cara membaca buku-buku literature.
2. Metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung di lapangan yang dilakukan penulis pada waktu outbond Kelas Unggulan di Malang, juga mengamati dan meninjau langsung tanaman yang dijadikan objek di lingkungan sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tmbakberas Jombang.
3. Metode dokumentasi, yaitu metode pengumpulan data dengan cara mencari gambar-gambar dari objek-objek yang diteliti

pEnGen tW sElEnGkApnyA......

BAB II
PEMBAHASAN

A. Bugenvil (Bougainvillea glabra)
Dalam sistematika tumbuhan (taksonomi) bugenvil diklasifikasikan sebagai berikut:
Klasifikasi ilmiah:
Divisi : Spermatophyta
Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Garyophy Hales
Suku : Nyctaginaceae
Jenis : Bougainvillea glabra Chols.

Setiap pencinta bunga pasti mengenal bugenvil. Tanaman tropis asal negara Brazil ini terkenal sebagai tanaman hias yang memikat mata. Bugenvil memiliki banyak varietas yang menampilkan bunga beraneka warna, seperti merah muda, merah tua, putih, ungu, atau kuning. Kuntum bunga bugenvil terdiri dari lembaran kelopak bunga. Ketika mengering kelopak bunga ini menyerupai helaian kertas coklat yang tipis. Karenanya di daerah Melayu bugenvil disebut juga bunga atau kembang kertas.
Sebagai obat, ramuan bugenvil tidak enak di lidah. Rasanya pahit, kelat, dan hangat. Namun dalam ilmu pengobatan tradisional, perpaduan rasa pahit, kelat, dan hangat inilah yang mencirikan adanya khasiat obat, terutama berguna membantu memperlancar peredaran darah di dalam tubuh.
Ramuan obat bugenvil:
1. Hepatitis
Sediakan 15 gram batang bugenvil yang sudah dikeringkan. Kemudian cuci hingga bersih dan rebus dengan air sebanyak 400 cc, biarkan hingga bersisa 200 cc. Kemudian saring dan minum airnya selagi hangat.



2. Bisul
Sediakan bunga bugenvil dan daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata) secukupnya, kemudian cuci hingga bersih dan haluskan. Setelah halus tempelkan pada kulit yang sakit (bisul).
3. Keputihan
Sediakan 15 gram bunga bugenvil. Kemudian cuci hingga bersih dan rebus dengan air sebannyak 400 cc. Biarkan hingga bersisa 200 cc. Saring dan minum airnya selagi hangat.
4. Darah bergumpal ketika haidh
Sediakan 15 gram bunga bugenvil, 15 gram bunga mawar, 70 gram daun lidah buaya (Aloe fera) yang telah dikupas kulitnya. Seluruh bahan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Kemudian saring dan minum airnya dua kali sehari setiap kali 150 cc.

B. Bunga Matahari
Dalam sistematika tumbuhan (taksonomi) bunga matahari diklasifikasikan sebagai berikut:
Klasifikasi ilmiah:
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae
Genus : Hibiscus
Spesies : H. rosa-sinensis
Selama ini bunga matahari dikenal sebagai tanaman hias yang biasanya menghiasi halaman depan setiap rumah. Selain itu biji bunga matahari juga dikenal sebagai bahan pembuat kuaci. Padahal sebenarnya biji bunga matahari memiliki kaya kandungan nutrisi yang tidak bisa kita remehkan. Pada biji bunga matahari terkandung protein, fosfor, lemak, magnesium, besi dan potasium.
Kandungan lemak pada biji bunga matahari mencapai 50%, bila kita padukan dengan susu dan hasil olahannya, biji bunga matahari dapat menjadi makanan yang mengenyangkan bagi sel tubuh.
Jika dihancurkan biji bunga matahari akan mengeluarkan minyak, minyak ini mengandung asam likolat yang berguna untuk mengurangi endapan kolestrol pada dinding pembuluh darah. Mengonsumsi minyak dari biji bunga matahari lebih sehat dibandingkan dengan mengonsumsi mentega yang banyak mengandung lemak padat. Kandungan zat besi di dalamnya mampu mencegah anemia tanpa membuat kita menjadi lebih gemuk. Cocok untuk mereka yang sedang diet tapi tidak ingin terkena anemia.
Daun bunga matahari berkhasiat sebagai anti radang, mengurangi rasa nyeri dan anti malaria.
Akar bunga matahari berkhasiat sebagai anti radang, peluruh air seni, pereda batuk dan menghilangkan rasa nyeri.
Ramuan obat bunga matahari:
1. Badan lemah setelah melahirkan
Sediakan 30 gram bagian tengah batang (sumsum) bunga matahari, rebus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc. Kemudian saring dan minum airnya.
2. Radang payudara (mastitis)
Sediakan bunga matahari secukupnya dipotong hingga halus, lalu disangra hingga hangus. Kemudian digiling hingga menjadi bubuk. Ambil 10 sampai 15 gram, tambahkan lima gram jahe (zingiber officinale rose), gula dan madu masing-masing secukupnya, direbus dengan air hingga mendidih, aduk hingga rata lalu diminum. Lakukan tiga kali sehari, pertama kali harus keluar keringat (tidur dengan menggunakan selimut).
3. Sakit kepala
Sediakan 30 gram bunga matahari, 10 gram jahe (zingiber officinale rose), dan satu butir telur ayam (tidak dipecahkan), kemudian rebus seluruh bahan dengan air 600 cc hingga tersisa 300 cc lalu airnya diminum setelah makan, sedangkan telurnya dimakan. Lakukan dua kali sehari.
C. Bunga Mawar (Rosa Chinansis Jacan)
Dalam sistematika tumbuhan (taksonomi) bunga mawar diklasifikasikan sebagai berikut:
Klasifikasi ilmiah :
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Rosaceae
Famili : Rosales
Genus : Rosoideae
Bunga mawar merupakan tanaman hias berupa herba dengan batang berduri. Mawar yang dikenal dengan nama bunga ros atau Ratu Bunga merupakan simbol atau lambang kehidupan religi dalam peradaban manusia. Mawar berasal dari dataran Cina, Timur Tengah dan Eropa Timur. Dalam perkembangannya, menyebar luas di daerah-daerah beriklim dingin (sub-tropis) dan panas (tropis).
Di Indonesia berkembang aneka jenis mawar hibrida yang berasal dari Holand (Belanda). Mawar mengandung vitamin C yang tidak kalah dengan kandungan vitamin C pada buah jeruk, kelopak atau helai bunga mawar (petal) bisa diolah menjadi sirup, selai ataupun unsur vitamin tambahan yang ditambahkan pada makanan olahan.
Bunga mawar memiliki rasa manis dan hangat. Berkhasiat melancarkan sirkulasi darah, menormalkan siklus haidh (regulator menses), anti radang (anti inflamasi), menghilangkan bengkak (anti welling) dan menetralkan sisa racun.
Ramuan obat bunga mawar untuk mengurangi keputihan:
Sediakan sembilan sampai 15 akar bunga mawar, kemudian rebus dengan air secukupnya, lalu saring dan minum airnya.


D. Bunga Melati
Dalam sistematika tumbuhan (taksonomi) bunga melati diklasifikasikan sebagai berikut:
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Oleaceae
Famili : Lamiales
Genus : Jasminum
Bunga melati merupakan tanaman hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Biasa kita temukan di halaman rumah, sebagai hiasan untuk mempercantik rumah, selain itu juga biasa digunakan sebagai aksesoris pengantin.
Bunga dan daun melati terasa pedas, manis dan sejuk. Sehingga dapat berkhasiat untuk anti radang, merangsang pengeluaran keringat, melancarkan pernafasan dan peluruh air seni.
Akar melati terasa pedas dan manis, berkhasiat sebagai pemati rasa dan menghilangkan rasa sakit.
Ramuan obat bunga melati:
1. Mengatasi mata merah belekan
Sediakan segenggam daun melati dan bunganya, kemudian cuci bersih dan rebus dengan air bersih. Minumlah sebagian airnya dan sebagian lagi untuk mencuci mata yang belekan.
2. Infuensa
Sediakan enam gram bunga melati kering, lima gram jahe dan dua batang daun bawang putih, semuanya direbus dengan air 400 cc hingga tersisa 200 cc. Saringlah dan airnya diminum hangat-hangat.
3. Bengkak akibat gigitan serangga
Ambil segenggam bunga dan daun melati, kemudian cuci bersih dan remas-remas sampai hancur. Tempelkan pada bagian yang yang sakit.

4. Sesak nafas (asma)
Sediakan 15 gram bunga melati dan 15 gram jahe, semua bahan dicuci bersih dan direbus dengan air 600 cc hingga tersisa 300 cc. Saring dan minum airnya (100 cc) selagi hangat.

E. Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)
Dalam sistematika tumbuhan (taksonomi) bunga melati diklasifikasikan sebagai berikut:
Klasifikasi ilmiah:
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae
Genus : Hibiscus
Spesies : H. rosa-sinensis
Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) adalah tanaman semak suku Malvaceae yang berasal dari Asia Timur dan banyak ditanam sebagai tanaman hias di daerah tropis dan subtropis. Bunga besar, berwarna merah dan tidak berbau. Bunga dari berbagai kultivar dan hibrida bisa berupa bunga tunggal (daun mahkota selapis) atau bunga ganda (daun mahkota berlapis) yang berwarna putih hingga kuning, oranye hingga merah tua atau merah jambu.
Kembang sepatu banyak dijadikan tanaman hias karena bunganya yang cantik. Di Indonesia, daun dan bunga digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional. Kembang sepatu yang dikeringkan juga diminum sebagai teh.
Seluruh bagian tumbuhan kembang sepatu mengandung zat lemdir atau mucin dan bunganya berkhasiat memberi rasa sejuk pada kerongkongan dan rongga pernafasan agar keluar lebih banyak.



Ramuan obat bunga sepatu:
1. Batuk disertai sesak nafas
Sediakan, 3 bunga kembang sepatu, cuci bersih, lalu remas-remas. Seduh dengan segelas air. Biarkan semalam di dalam tempat tertutup, dan saring.
Minum satu kali sehari, setengah gelas bersama satu sendok makan madu.
2. Bronkhitis
Cara 1: Sediakan tiga kuncup bunga sepatu, kemudian cuci, lumatkan dan rebus selama 15 menit. Lalu saring dan minumlah.
Cara II: Sediakan tiga kuncup bunga sepatu, kemudian lumatkan dan berikan satu gelas air matang dan sedikit garam. Lalu peras dan saring. Minum dua kali sehari, dua sendok makan.
3. Gondok
Ambil akar bunga sepatu, kamudian cuci, lumatkan dan rebus dengan air selama sekitar 30 menit. Gunakan untuk mengompres gondok.
4. Sakit kepala
Ambil segenggam daun bunga sepatu, cucu dan rebus selama 30 menit. Gunakan airnya untuk mengompres kepala yang sakit.
5. Sariawan
Ambil segenggam daun bunga sepatu, cuci bersih dan rebus dengan dua gelas air selama 15 menit. Saring dan minum airnya.
6. Haidh tidak teratur
Ambil tiga kuntum bunga sepatu, kemudian cuci dan lumatkan. Beri satu gelas air matang dan sedikit cuka. Peras dan minum dua atau tiga kali sehari, masing-masing setengah gelas.
7. Mencegah uban
Ambil 10 sampai 15 daun bunga sepatu, kamudian cuci dan remas-remas sampai keluar lendirnya. Basahkan kulit kepala dan rambut dengan lender tersebut. Diamkan sampai kering, baru kemudian basuh rambut dengan air bersih. Lakukan ini dua kali seminggu.

pEnGen tW sElEnGkApnyA......

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Tanaman hias dapat dimanfaatkan sebagai alternatif tanaman obat keluarga (TOGA). Seperti contoh bunga matahari, bunga mawar, bunga melati, bugenvil dan bunga sepatu.
2. Cara mengolah tanaman hias menjadi alternatif tanaman obat keluarga (TOGA) sangat praktis, efektif dan efisien sehingga dapat dipraktekkan langsung oleh oleh para pembaca, baik dari kalangan bawah maupun kalangan atas.


B. Saran-Saran
1. Penulis berharap semoga paper ini dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.
2. Setelah pembaca menyimak uraian di atas, penulis juga mengharapkan agar pembaca dapt memanfaatkan dan mempraktekkannya dalam kehiduan sehari-hari untuk mengobati keluarga dan orang-orang terdekat.
3. Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca sangat penulis harapkan. Kritik dan saran dapat disampaikan lewat email (shazyuni@gmail.com).

DAFTAR PUSTAKA

Selviana D., Evie. 2007. Sehat itu Penting. Jakarta: Restu Agung.
LP3L. 2000. Pemanfaatan Tumbuh-tumbuhan Alami untuk Kesehatan dan Pengelola Alternatif. Semarang: LP3L Jaya.

http://id.wikipedia.org/wiki/Kembang_kertas, diakses 13 agustus 2010.
http://id.wikipedia.org/wiki/Bunga_matahari, diakses 17 Agustus 2010
http://id.wikipedia.org/wiki/Mawar, diakses 28 Juli 2010
http://id.wikipedia.org/wiki/Melati, diakses 26 Juli 2010
http://id.wikipedia.org/wiki/Kembang_sepatu, diakses 23 Juli 2010

pEnGen tW sElEnGkApnyA......

Untuk mencapai kesuksesan, kita jangan hanya bertindak,
tapi juga perlu bermimpi,
jangan hanya berencana, tapi juga perlu untuk percaya




Semua impian kita dapat menjadi nyata,
jika kita memiliki keberanian untuk mengejarnya.


Bakat yang kita miliki adalah hadiah dari Tuhan untuk kita… Apa yang dapat kita hasilkan dari bakat tersebut adalah hadiah dari kita untuk Tuhan.

pEnGen tW sElEnGkApnyA......


Seorang hidup, pastilah dihadapkan dengan suatu pilihan, yang mana pilihan tersebut membutuhkan suatu putusan. Dan jika kita salah dalam memutuskannya maka bisa berakibat fatal.

Oleh sebab itu , dalam menentukan suatu putusan haruslah kita memikirkannya dengan matang baik & buruknya. Di dalam sebuah buku yang berjudul “ 1 jam menaklukkan orang-orang di sekitar anda” –pun dikatakan bahwa kita mrenjadi orang yang berputus asa bukan karena kita tidak mampu bertahan, melainkan karena kita telah mengambil keputusan yang fatal.
Satu kenyataan buruk yang kita hadapi pada hakekatnya tidak mendekte kita harus mengambil keputusan tertentu, tetapi menawarkan pilihan pada kita. Tawaran itu antara lain:
1. Boleh memilih keputusan untuk mundur
2. Bolek memilih keputusan untuk mandek atau kembali ke semula
3. Boleh memilih keputusan untuk terus melangkah dengan mensiasati, mencari celah kreatif dll,
Salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki untuk melahirkan keputusan yang no.3 yaitu memiliki batin yang kondusif & positif. Kita saksikan sendiri di lapangan bahwa meskipun semua orang punya keinginan untuk memilih keputusan no.3, tetapi karena hanya sedikit orang yang mempumyai kemampuan menghilangkan pikiran negative , maka praktiknya justru keputusan no.1 atau no.2 yang menjadi pilihan favorit.
Jika dikaitkan dengan praktik hidup sehari-hari, ada hal yang tidak bisa diingkari bahwa semua orang setiap orang telah memilik keputusan tertentu tentang apa yang dilakukannya. Dari keputsan yang dipilih itulah lahir sebuah tindakan yang menjadi penyebab sebuah hasil. Karena itu, ada saran Brian Tracy yang patut kita renungkan “ yang menetukan nasib kita itu bukan apa yang menimpa kita, melainkan apa yang kita ambil atas apa yang menimpa kita”. Artinya keputusan mundur akan mengkaikhan kemunduran, keputusan mandek akan menghasilkan kemandekan, dan keputusan maju akan menhasilkan kemajuan.
sO, semua tergantung kalian sendiri, dan mulailah berfikir untuk suatu putusan yang terbaik.
GOOD LUCK!!!!

By: Srisasi Yuni Nurhayati/ X-6

pEnGen tW sElEnGkApnyA......


Gertrude Baines dinobatkan jadi orang paling tua sedunia yang masih hidup hingga sekarang. Mau tahu berapa umut Gertrude saat ini?Gertrude Baines adalah wanita Afrika Amerika kelahiran 6 April 1894.

Dirinya lahir di Shellman, Georgia dan merupakan anak ke 3 dari Jordan dan Amelia Baines. Meski belum dipastikan secara resmi dalam Guinnness Book of Records karena pihak Guinness masih harus mengadakan investigasi yang komplit, namun Gertrude bisa jadi dinobatkan jadi orang tertua yang masih hidup, setelah sebelumnya orang tertua sedunia versi Guinness, Maria de Jesus dos Santos asal Portugis, meninggal pada 2 January 2009 kemarin. Gertrude yang pernah menikah dengan Sam Conly saat masih muda dan juga pernah memiliki seorang putri bernama Annabelle namun meninggal karena demam Typoid saat berusia 18 tahun, ternyata pernah tinggal sendirian hingga usianya mencapai 105 tahun. Saat ini Gertrude tinggal di Los Angeles. Selain menderita arthritis dan sudah gak mampu berjalan lagi, Gertrude masih dalam kondisi sehat untuk orang seumurannya. Bahkan Gertrude gak pernah menderita sakit parah hingga kini di usianya ke 114 tahun atau hampir 115 tahun ini. Hebat, ya!!


By:unppadang.blogspot.com

pEnGen tW sElEnGkApnyA......


Kembang kertas atau populer juga dengan nama bugenvil (ejaan Inggris: [ˌbuːɡɨnˈvɪliə][1]cf. bougainville; nama ilmiah: Bougainvillea, terutama B. glabra) merupakan tanaman hias populer. Bentuknya adalah pohon kecil yang sukar tumbuh tegak.

Keindahannya berasal dari seludang bunganya yang berwarna cerah dan menarik perhatian karena tumbuh dengan rimbunnya. Seludang bunga ini kerap dianggap sebagai bagian bunga, walaupun bunganya yang benar adalah bunga kecil yang terlindung oleh seludang.

Tanaman bunga kertas atau bougainvillea ini mempunyai bagian tanaman yang berwarna-warni. Oleh karena itu, tanaman bougainvillea menjadi tanaman hias yang sangat populer karena kecantikkan warnanya dan cara merawatnya yang mudah.

Berasal dari Amerika Selatan, tanaman ini sering ditanam di taman dan kawasan perumahan. Pada waktu tanaman ini berbunga, tanaman ini mempunyai kebiasaan merontokkan beberapa daunnya. Bentuknya adalah pohon kecil yang sukar tumbuh tegak. (Seludang bunga ( atau spatha) merupakan daun pelindung, yang seringkali berukuran besar, yang menyelubungi seluruh bunga majemuk waktu belum mekar. Seludang bunga dapat dijumpai pada struktur generatif ("bunga") tumbuhan anggota suku aren-arenan (Arecaceae dan suku talas-talasan (Araceae). Seludang bunga sebenarnya merupakan suatu bentuk khusus dari daun pelindung (bractea)).

Bougainvillea disebut tanaman bunga kertas karena bentuk seludang bunganya yang tipis dan mempunyai ciri – ciri seperti kertas. Nama Inggris bunga ini adalah Bougainvillea yang diambil dari nama Sir Louis Antoine de Bougainville, seorang prajurit AL Perancis. Antara jenis pokok bunga kertas tersohor ialah Bougainvillea ‘Elizabeth Angus’; Bougainvillea ‘Red’; Bougainvillea Pultonii; Bougainvillea ‘Easter Parade’ dan Bougainvillea ‘Lady Mary Baring’.

Perawatannya pun mudah, tidak memerlukan waktu yang lama karena spesies tumbuhan ini sangat sesuai ditanam di kawasan beriklim tropis dan khatulistiwa seperti negara kita dan bisa tumbuh hingga 10 meter tingginya. Batang tanaman bunga ini agak keras, mempunyai duri yang tajam dan bercabang-cabang. Perkembang biakannya pula hanya memerlukan keratan batang yang disemai di dalam bungkus plastik ataupun pot dengan cara mudah. Selain itu, tanaman ini juga mempunyai sulur yang rapat, daun yang lebar dan berbentuk bujur tirus yang mampu membentuk rimbunan pokok di kawasan halaman rumah atau juga sebagai tumbuhan pagar di kawasan yang menarik.

Walaupun tanaman ini berukuran kecil dan berbentuk corong, namun memiliki banyak manfaat. Contohnya saja untuk dandanan rambut, campuran bunga untuk mandian pewangi, dan sebagai kegunaan di upacara pemakaman bagi kaum Cina dan India.

Tarikan mempesona bunga ini menjadi perbincangan penduduk di negara kita karena terkesan dengan bentuknya dan warnanya yang menarik hati. Warna bunga ini terdiri dari berbagai macam warna, seperti jingga, merah menyala, merah jambu, merah pucat, kuning, ungu, putih, dan berbagai campuran warna.

Sedikit perawatan ringkas, penyiraman air dan pemupukan sempurna mampu mengembalikan kesegaran tanaman bunga kertas ini dalam jangka waktu kurang dua minggu. Dan jika ingin tanaman bunga kertas ini berbunga seterusnya, kita hanya perlu mengurangi pemberian air dan pupuk lantas meletakkan pot tanaman di tempat yang terkena sinar matahari.

pEnGen tW sElEnGkApnyA......


hAri yAnG sElAmA iNi diNaNti tElAh tiba,,,,
Alhamdulillah,,,,
Allah masIh mEmbErikAnQ Umur yANG pAnjAnG,,,,,

hAri yAnG bEgiTU mElElAhkAn,,,,
bikin cApEk, sEbEl, mAnGkEl, sEnEng,,,,,
tApi yA nAmanyA Anak krEatif,,,,,
ya gitU,,,,
bikin rAmE pondOk,,,,
sAmpEk dimArAhin ndAlEm,,,,
kUq bisA yA???
yabisa lah,,,
bUktinyA Qta,,,

pEnGen tW sElEnGkApnyA......


teman-teman,,,
sasi mnta maaf ya,,,

mungkin sasi punya banyak salah sama kalian, sasi minta maaf,,,,
sasi juga minta doanya teman-teman,,,,
biar sasi bisa berhasil,,,,
amiiiin,,,,,

pEnGen tW sElEnGkApnyA......

bEgitU bEsAr kAsih sAyAnG OrAnGtUa kEpAda anak, tApi mEngapa masih banyak anak yang durhaka kepada orangtua??? orangtua selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya, selalu mengumandangkan doa-doa dan harapan-harapan besar kepada anaknya,tapi apa balasan dari sang anak, ia malah pergi meninggalkan orangtuanya. orangtua yang selama ini menjaga, mendoakan, dan menyayanginya. disaat orang tua kembali lemah dan membutuhkan kasih sayang sang anak,ia harus hidup dengan susah payah, dengan sisa kakuatan yang ada.Hingga orangtua meninggal, lantas apa yang akan ia berikan kepada orangtuanya??/
hanya doa???
betapa teganya!!!!
mna jatidirimu sebagai seorang anak??/

pEnGen tW sElEnGkApnyA......

Lebih penting mana, menghargai atau dihargai? Memberikan apresiasi atau diapresiasi? Pertanyaan tersebut kerap kali mampir dan menggugah egosentrisme semua orang, sehingga pertanyaan tersebut cukup mampu memberikan “PR” pada diri kita. Bahkan, pertanyaan ini terkadang tidak begitu diperhitungkan sama sekali oleh masing-masing kita, sehingga tiap tindakan yang kita lakukan menjadi nihil atas nilai pengakuan pada eksistensi “the others”.

Menghargai adalah upaya memahami keberhasilan orang lain yang didasarkan pada penilaian obyektif atas prestasi tersebut. Menghargai itu memerlukan kedewasaan pemikiran yang kemudian mengantarkan pelakunya pada sikap obyektif tanpa kepentingan subyektif-personal atas sebuah prestasi. Memahami keberhasilan orang lain menuntut pengetahuan kita akan konteks dimana keberhasilan tersebut muncul dan menunjukkan kualitasnya.

Kepicikan akan muncul di benak masing-masing diri kita ketika sebuah prestasi dilihat dan dipahami secara parsial, tidak memiliki latar belakang, proses, dan lebih picik lagi ketika keberhasilan dianggap sama pada tiap ruang dan waktu. Artinya, apapun bentuk prestasi yang ditorehkan seseorang, kita anggap tidak lebih baik dibanding prestasi-prestasi lain, atau bahkan tidak lebih bermutu dari prestasi yang telah kita klaim sebagai “milik” kita. Inilah yang disebut dengan cara pandang ahistoris.

Memahami sebuah prestasi orang lain, berarti juga berupaya untuk mengetahui posisi dan eksistensi orang yang akan kita pahami. Disinilah persoalan mendasar muncul dan kita lupakan. Sering kali kita menganggap bahwa memahami eksistensi orang lain itu berbanding terbalik dengan upaya memahami diri sendiri. Hal ini kemudian memunculkan logika biner dalam benak kita ketika melihat tiap fakta yang terjadi. Logika biner inilah yang kemudian mengantarkan kita pada upaya mengkomparasi keberhasilan tersebut dengan keberhasilan kita. Lalu yang terjadi adalah munculnya pola pikir ahistoris atas keberhasilan tersebut, sehingga kita tidak lagi obyektif mengulas tiap poin prestasi itu sendiri, namun lebih melihat pada apa kelemahan atasnya.

Sebenarnya, mengerti akan orang lain itu berbanding lurus dengan mengerti pada diri sendiri. Upaya mendengarkan, melihat, mengukur, dan mengkritisi diri sendiri itu berbanding lurus dengan mendengarkan, melihat, mengukur dan mengkritisi orang lain. Mana yang lebih mudah? Tentu jawaban pertanyaan ini menjadi sangat relatif.

Mungkin jawaban umum akan mengatakan bahwa mengkritik orang lain seharusnya lebih mudah dibanding mengkritik diri sendiri. Sama juga dengan menelanjangi kesalahan orang itu lebih mudah daripada mengakui kesalahan diri sendiri. Jika memang jawaban ini yang kita sepakati, maka mengapa kita juga sulit menghargai orang lain. Apakah kritikan, penilaian, penghargaan, dan pujian atas orang lain itu berbeda? Tidak, kesemuanya adalah wujud eksternalisasi diri atas segala sesuatu di luar diri itu sendiri.

Jika kita mudah menyalahkan, seharusnya kita juga mudah membenarkan. Jika ingin didengar, maka dengarkanlah. Jika ingin berkata, biarkanlah mereka juga berkata. Kita hanya perlu belajar obyektif atas sesuatu. Maka yang harus kita pahami adalah bahwa semakin serius upaya melihat keluar, berarti semakin serius pula kita melihat kedalam. Makin tajam kita melakukan eksternalisasi, maka makin tajam pula kita lakukan internalisasi.

Belajar obyektif dalam melihat diri sendiri dan orang lain inilah yang saya rasakan sangat berat ketika belajar dengan sahabat-sahabat saya di bulan April 2010. Mereka mungkin juga memikirkan hal sama, atau tidak terpikir sama sekali.

Yang terpenting selama bulan itu, saya dan beberapa sahabat lain berupaya untuk memberi tanpa harus meminta. Mendengar tanpa harus berbicara dulu. Mengkritisi diri sebelum mengkritik orang lain. “Membengkeli” diri tanpa “mengendarai” orang lain. Bekerja tanpa berharap akan upah. Belajar tanpa menunggu orang lain belajar. Syukur bila orang lain ikut belajar.

Sumber : http://chabib.sunan-ampel.ac.id/?p=258

pEnGen tW sElEnGkApnyA......