twitter



teman-teman,,,
sasi mnta maaf ya,,,

mungkin sasi punya banyak salah sama kalian, sasi minta maaf,,,,
sasi juga minta doanya teman-teman,,,,
biar sasi bisa berhasil,,,,
amiiiin,,,,,

pEnGen tW sElEnGkApnyA......

bEgitU bEsAr kAsih sAyAnG OrAnGtUa kEpAda anak, tApi mEngapa masih banyak anak yang durhaka kepada orangtua??? orangtua selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya, selalu mengumandangkan doa-doa dan harapan-harapan besar kepada anaknya,tapi apa balasan dari sang anak, ia malah pergi meninggalkan orangtuanya. orangtua yang selama ini menjaga, mendoakan, dan menyayanginya. disaat orang tua kembali lemah dan membutuhkan kasih sayang sang anak,ia harus hidup dengan susah payah, dengan sisa kakuatan yang ada.Hingga orangtua meninggal, lantas apa yang akan ia berikan kepada orangtuanya??/
hanya doa???
betapa teganya!!!!
mna jatidirimu sebagai seorang anak??/

pEnGen tW sElEnGkApnyA......

Lebih penting mana, menghargai atau dihargai? Memberikan apresiasi atau diapresiasi? Pertanyaan tersebut kerap kali mampir dan menggugah egosentrisme semua orang, sehingga pertanyaan tersebut cukup mampu memberikan “PR” pada diri kita. Bahkan, pertanyaan ini terkadang tidak begitu diperhitungkan sama sekali oleh masing-masing kita, sehingga tiap tindakan yang kita lakukan menjadi nihil atas nilai pengakuan pada eksistensi “the others”.

Menghargai adalah upaya memahami keberhasilan orang lain yang didasarkan pada penilaian obyektif atas prestasi tersebut. Menghargai itu memerlukan kedewasaan pemikiran yang kemudian mengantarkan pelakunya pada sikap obyektif tanpa kepentingan subyektif-personal atas sebuah prestasi. Memahami keberhasilan orang lain menuntut pengetahuan kita akan konteks dimana keberhasilan tersebut muncul dan menunjukkan kualitasnya.

Kepicikan akan muncul di benak masing-masing diri kita ketika sebuah prestasi dilihat dan dipahami secara parsial, tidak memiliki latar belakang, proses, dan lebih picik lagi ketika keberhasilan dianggap sama pada tiap ruang dan waktu. Artinya, apapun bentuk prestasi yang ditorehkan seseorang, kita anggap tidak lebih baik dibanding prestasi-prestasi lain, atau bahkan tidak lebih bermutu dari prestasi yang telah kita klaim sebagai “milik” kita. Inilah yang disebut dengan cara pandang ahistoris.

Memahami sebuah prestasi orang lain, berarti juga berupaya untuk mengetahui posisi dan eksistensi orang yang akan kita pahami. Disinilah persoalan mendasar muncul dan kita lupakan. Sering kali kita menganggap bahwa memahami eksistensi orang lain itu berbanding terbalik dengan upaya memahami diri sendiri. Hal ini kemudian memunculkan logika biner dalam benak kita ketika melihat tiap fakta yang terjadi. Logika biner inilah yang kemudian mengantarkan kita pada upaya mengkomparasi keberhasilan tersebut dengan keberhasilan kita. Lalu yang terjadi adalah munculnya pola pikir ahistoris atas keberhasilan tersebut, sehingga kita tidak lagi obyektif mengulas tiap poin prestasi itu sendiri, namun lebih melihat pada apa kelemahan atasnya.

Sebenarnya, mengerti akan orang lain itu berbanding lurus dengan mengerti pada diri sendiri. Upaya mendengarkan, melihat, mengukur, dan mengkritisi diri sendiri itu berbanding lurus dengan mendengarkan, melihat, mengukur dan mengkritisi orang lain. Mana yang lebih mudah? Tentu jawaban pertanyaan ini menjadi sangat relatif.

Mungkin jawaban umum akan mengatakan bahwa mengkritik orang lain seharusnya lebih mudah dibanding mengkritik diri sendiri. Sama juga dengan menelanjangi kesalahan orang itu lebih mudah daripada mengakui kesalahan diri sendiri. Jika memang jawaban ini yang kita sepakati, maka mengapa kita juga sulit menghargai orang lain. Apakah kritikan, penilaian, penghargaan, dan pujian atas orang lain itu berbeda? Tidak, kesemuanya adalah wujud eksternalisasi diri atas segala sesuatu di luar diri itu sendiri.

Jika kita mudah menyalahkan, seharusnya kita juga mudah membenarkan. Jika ingin didengar, maka dengarkanlah. Jika ingin berkata, biarkanlah mereka juga berkata. Kita hanya perlu belajar obyektif atas sesuatu. Maka yang harus kita pahami adalah bahwa semakin serius upaya melihat keluar, berarti semakin serius pula kita melihat kedalam. Makin tajam kita melakukan eksternalisasi, maka makin tajam pula kita lakukan internalisasi.

Belajar obyektif dalam melihat diri sendiri dan orang lain inilah yang saya rasakan sangat berat ketika belajar dengan sahabat-sahabat saya di bulan April 2010. Mereka mungkin juga memikirkan hal sama, atau tidak terpikir sama sekali.

Yang terpenting selama bulan itu, saya dan beberapa sahabat lain berupaya untuk memberi tanpa harus meminta. Mendengar tanpa harus berbicara dulu. Mengkritisi diri sebelum mengkritik orang lain. “Membengkeli” diri tanpa “mengendarai” orang lain. Bekerja tanpa berharap akan upah. Belajar tanpa menunggu orang lain belajar. Syukur bila orang lain ikut belajar.

Sumber : http://chabib.sunan-ampel.ac.id/?p=258

pEnGen tW sElEnGkApnyA......

Alhamdulillah Ya Allah,,,
Sasi sAnGat bErsyUkur padaMu,,,
AtAs bErkat rAhmatMu Sasi biSa menjadi lebih baek sEpErti ini,,,,
tApi sEmua ini sEmakin mEmbuat sAsi merasA takut,,,,

sAsi takut sAlAh, ,,,,
sAsi tAkut jAtuh,,,
sAsi tAkut kAlah,,,
Astagfirullahal'Adzim,,,
sAsi mnta mAaf Allah,,,
prAsAan ini bEgitu sAja hinggAp dalam hAti,,,
tAnpa sAsi sAdAri,,,
Sasi sAngat ciut Allah,,,,
sAsi mohOn pErliNdunGanMU Allah,,,,
sAsi pErcaYa Engkau pAsti selalu bErsamA sAsi,,,,
menemaNi sAsi,,,
dimnapUn sasi bErada,,,

SAngat bEsar hArApan sasi paDaMu Ya Alah,,,

pEnGen tW sElEnGkApnyA......

Ya Allah,,,
tak lama lagi Q kan memperjuangkan harapanQ,,,
hanya pertolonganMu lah yang Q nantikan,,,,
Q ingin bisa lebik baik dari yang kemaren,,
tapi knapa ada sedikit perasaan takut, ciut yang masih hinggap...
sasi takut Allah,,,
Sasi gag berani.,,,

Ya Allah berikanlah sasi kekuatan,,,,
Sasi ingin bisa memberikan suatu kado spesial di hari bahagiaQ,,,,,
yang akan menyongsong sweetseventeen,,,,
ya Allah,,
sangat besar harapan ini padaMU,,,,,
Sasi percaya akan kekuatan doa,,,,
Sasi yakin sasi bisa,,,
tapi Sasi juga takut,,,,
Ya Allah,,,
Tolonglah Sasi,,,
Sasi sangat mengharapkannya,,
Sasi yakin Engkau pasti ahan memberikan yang terbaik untukku,,,
karena Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,,,
Sasi sayang ALLAH...

pEnGen tW sElEnGkApnyA......

Ya Allah,,
makasih atas semua yang telah Engkau berikan padaQ,,,
Engkau Maha pengasih lagi Maha Penyayang,,,,
ya Allah maafkan Sasi yang kurang bisa bersyukur padaMu,,,,
sasi meminta maafMU Allah,,,,,

kemarin Engkau telah memberikan yang terbaik untuk sasi,,,,,
tapi masih ada sedikit guratan sakit dalam hati ini,,,,
kenapa dia tidak bisa mensyukuri apa yang telah sasi raih,,,
padahal sasi sudah berusaha untuk berikan yang terbaik untuknya,,,,
sasi kecewa,,,,
kenapa tak ada sedikit serpihan senyum untuk sasi,,,
padahal sasi sangat mengharapkannya,,,,
ya Allah,,,
sasi sakit,,,
sasi mangkel,,,,,
sasi kecewa,,,,
kanapa dia tidak bisa sedikit saja menghargai hasil sasi,,,
kenapa???//
sebesar apakah salahQ padanya???
apakah mungkin ini karna suatu faktor status,,,,
ya Allah ,,,
maafkan Sasi,,,,
Ya Allah buatlah sasi bisa mensyukuri semua ini,,,,
dan bisa menerimanya dengan ikhlas,,,,,,,
Sasi hanya bisa berharap,,,,
suatu saat Dia bisa bangga padaQ,,,,,
tapi gag papa,,,,
jika dia bahagia aQ pun ikut bahagia,,,,
karena dialah panutan bagiQ,,,,,



Dialah panutan bagiQ,,,,,

pEnGen tW sElEnGkApnyA......

Ikutilah tips berikut ini untuk hidup sehat dan memiliki kualitas hidup yang baik, jalani hidup sehat mulai sekarang. Kesehatan adalah investasi yang sangat berharga. Karena itu, jadikanlah hidup sehat optimal sebagai kebiasaan Anda sehari-hari. Bagaimana Caranya ! Ikuti tips berikut ini :

1. Cukupilah Kebutuhan Gizi Anda
2. Hindarilah LemaK Berbahaya
3. Janganlah pernah Lupa Sarapan
4. Makan Sayur dan Buah yang cukup
5. Minum Air Minimal 8 Gelas Sehari
6. Pertahankan Berat Badan yang Ideal
7. Olah raga yang teratur
8. Cukup Istirahat
9. Hindarilah Rokok dan Minuman Beralkohol
10. Selalu Berpikir Positif
11. Luangkanlah Waktu Untuk Diri Sendiri
12. Perhatikanlah Kebersihan
13. Periksakanlah Kesehatan Anda Secara Teratur
14. Untuk Sumber Makanan, Minuman dan Suplemen pilihlah Bahan Alami
15. Mengkonsumsi Suplemen Sesuai Kondisi dan Kebutuhan Tubuh.

pEnGen tW sElEnGkApnyA......